# semua file unduhan pada blog ini dikompress menggunakan zip, 7-zip 32bit, atau 7-zip 64bit

Senin

Free Tool Video Tutorial terbaik menurut saya

Sebagai developer, memberikan tuntunan dan after sales service bagi para user aplikasi kita, adalah hal yang mutlak. Caranya pun macam-macam, bisa dengan membuatkan help dengan file chm atau pdf, membuat readme.txt di folder aplikasi, atau bahkan memberikan pelatihan secara langsung.

Salah satu yang terpenting, adalah membuatkan video tutorial. Dengan video, ratusan kata yang musti kita tulis dan memakan waktu berjam-jam dapat diselesaikan dengan video yang lebih memberikan visualisasi yang lebih jelas, menghemat waktu dan tenaga.

Untuk memberikan kualitas yang baik, tentunya video tool yang kita pakai harus mumpuni juga. Agar bisa memberikan hasil dengan kualitas yang tidak mengecewakan. Dan... ups! Harus gratis! Kenapa? hehehe, bagi Anda developer yang sudah punya nama dan omzet M-M an tentu bukan masalah, namun bagi perintis dan newbie seperti saya, wajib pake gratis. Sehingga mengurangi ketergantungan pada yang propietary. So, besok kalo udah mampu dan kaya, utang untuk membeli lisensi dari tool-tool yang kita pake bajakannya sehari-hari tidak terlalu banyak. Saya yakin para produsen-produsen software yang seperti Mikocok dan Ember Kado Lo, tau dan mengerti nasib developer spt kami ini... hiks.. hikss... hiks... huaaaaa!

So, pake aja
Blue Berry Flash Back Express 

Shortcut nya:



Nah, hasil output avinya buagus kualitasnya, namun gede banget. Untuk mengecilkannya, pake

DivXhttp://download.cnet.com/DivX/3000-13632_4-10062728.html

setting outputnya




menurut saya, lebih baik daripada CamStudio.

Minggu

Aksi IDE - PHP Editor Buatan Programmer Indonesia menggunakan Lazarus

Kini telah hadir PHP Editor Free Download buatan Indonesia yang dbuat dengan Lazarus. Salah satu keunggulannya support template untuk membuat aplikasi PHP dengan framework YII. Tertarik? download aja PHP Editor ini secara gratis di
http://www.aksiide.com/downloads/view/category/0

Situs Asli: http://www.aksiide.com

Development: AksiIDE 2.2.1 (b) release

Picture 0 for AksiIDE 2.2.1 (b) release
AksiIDE 2.2.1 (b) release

AksiIDE bermula dari free-project PHP Editor biasa yang sebelumnya dirilis beberapa tahun yang lalu, dengan namaKiOSS-IDE. Hanya saja, KiOSS-IDE hanya bisa berjalan di OS Windows saja. Kini, KiOSS-IDE telah didekembangkan ulang, dengan platform yang berbeda, dan diharapkan dapat berjalan di semua platform OS yang ada saat ini.




ini adalah screenshot pewujudan KiOSS IDE saat itu.
KiOSS IDE 
dan ini adalah pewujudan AksiIDE saat ini:
Aksi IDE

Sebenarnya, nama Aksi IDE sudah mulai diperkenalkan sejak KiOSS-IDE dibuat.
AksiIDE dibuat dengan menggunakan bahasa free-pascal, dengan menggunakan IDE lazarus.
Free Pascal (aka FPK Pascal) is a 32 and 64 bit professional Pascal compiler. It can target multiple processor architectures: Intel x86, AMD64/x86-64, PowerPC, PowerPC64, SPARC, and ARM. Supported operating systems include Linux, FreeBSD, Haiku, Mac OS X/iOS/Darwin, DOS, Win32, Win64, WinCE, OS/2, MorphOS, Nintendo GBA, Nintendo DS, and Nintendo Wii. Additionally, JVM, MIPS (big and little endian variants) and Motorola 68k architecture targets are available in the development versions.
Lazarus is a Delphi compatible cross-platform IDE for Rapid Application Development. It has variety of components ready for use and a graphical form designer to easily create complex graphical user interfaces.

Feature apa saja yang ada di AksiIDE ?

Seperti layaknya editor untuk developer, sudah sewajarnya dan sebaiknya memiliki fitur-fitur ini:
  • Auto Complete
    Fitur ini memudahkan dan mempercepat dalam melakukan penulisan baris kode, ketik keyword tertentu, akan tersusun skrip yang diinginkan dengan sendirinya.
  • Code Snippet
    kumpulan/kutipan source-code, memudahkan anda dibandingkan mencari dan kemudian mengnyalin code yang sama berulang-ulang.
  • Code Completion
Dengan Fitur-fitur khusus : 
  • PHP Project Wizard
  • Live View Browser
  • Project Management
  • Class Generator
  • Integrated With Database Explorer (mysql + postgresql)
  • Database Browser
  • FTP Explorer
  • File Explorer
  • Code Explorer with Function List
  • PHP Source Minifier
  • PHP Source Formatter
  • Syntax Checker
  • Multi Workspace Layout

Jumat

Terjemah 2 - Start Programming using Object Pascal - Motaz Abdel Azeem


Sub Type

Terdapat banyak sub tipe dari variabel, sebagai contoh, sub tipe sub tipe dari Integer berbeda-beda dalam  rentang nilai dan ukuran byte yang dibutuhkan untuk menyimpannya dalam memori komputer. 

Tabel dibawah ini berisi tipe-tipe interger, rentang nilai masing-masing, dan ukuran byte yang dibutuhkan dalam memori. 



Kita dapat mengetahui nilai minimum dan maksimum dari masing-masing tipe dengan menggunakan fungsi Low, High, dan SizeOf. Sebagaimana contoh berikut:
programTypes;
{$mode objfpc}{$H+}
uses
{$IFDEF UNIX}{$IFDEF UseCThreads}
  cthreads,
{$ENDIF}{$ENDIF}
  Classes;
begin
  Writeln('Byte: Size = ', SizeOf(Byte),
  ', Minimum value = ', Low(Byte), ', Maximum value = ',
  High(Byte));
  Writeln('Integer: Size = ', SizeOf(Integer), 
  ', Minimum value = ', Low(Integer), ', Maximum value = ',
  High(Integer));
  Write('Press enter key to close');
  Readln;
end.

Percabangan Kondisional

Salah satu hal terpenting yang harus dimiliki peralatan cerdas (seperti komputer, peralatan yang bisa diprogram) adalah bahwa mereka dapat bereaksi dalam kondisi yang berbeda-beda. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan percabangan kondisional. Sebagai contoh, suatu mobil yang dapat otomatis mengunci pintu ketika kecepatan mobil telah mencapai melebihi 40km/jam. Kondisi dalam kasus ini dapat dituliskan sebagai berikut:

if kecepatan>=40 and pintu_belum_dikunci then kunci_pintu;

Mobil, mesin cuci, dan banyak alat listrik lain mengandung rangkaian sirkuit yang bisa diprogram seperti mikrokontroller, atau prosesor mini seperti ARM. Rangkaian sirkuti tersebut diprogram dengan menggunakan bahasa assembly, C, atau Free Pascal sesuai arsitekturnya.

Percabangan Kondisi IF

Statemen kondisi IF dalam bahasa Pascal sangat mudah dan jelas. Pada contoh berikut, kita ingin membuat program yang dapat mengambil keputusan kapan mematikan atau menghidupkan AC sesuai dengan kondisi temperatur ruangan.

Program AC
var
  Temp: Single;
begin
  Write('Please enter Temperature of this room :');
  Readln(Temp);
  if Temp > 22 then
    Writeln('Please turn on air-condition')
  else
    Writeln('Please turn off air-condition');
  Write('Press enter key to close');
  Readln;
end.

Pada contoh ini kita diperkenalkan dengan statemen if then else dimana: Jika temperatur  lebih besar daripada 22 derajat, maka program akan menampilkan tulisan:

Please turn on air-conditioner

sebaliknya, jika kondisi tidak sesuai (kurang atau sama dengan 22 derajat), maka akan menampilkan tulisan:

Please turn off air-conditioner

Kita juga dapat menggunakan banyak kondisi sekaligus seperti:

Anda dapat melakukan tes pada contoh di atas untuk mengetahui hasilnya.
var
  Temp: Single;
begin
  Write('Please enter Temperature of this room :');
  Readln(Temp);
  if Temp > 22 then
   Writeln('Please turn on air-conditioner')
  else
    if Temp < 18 then
      Writeln('Please turn off air-conditioner')
    else
      Writeln('Do nothing');

Anda dapat melakuka percobaan dengan mengisikan nilai temperatur yang berbeda-beda untuk mengetahui hasilnya.

Kita dapat membuat percabangan kondisi yang lebih kompleks, untuk meningkatkan kegunaannya:
var
  Temp: Single;
  ACIsOn: Byte;
begin
  Write('Please enter Temperature of this room : ');
  Readln(Temp);
  Write('Is air conditioner on? if it is (On) write 1,',
  ' if it is (Off) write 0 : ');
  Readln(ACIsOn);
  if(ACIsOn = 1) and(Temp > 22) then
    Writeln('Do nothing, we still need cooling')
  else
    if(ACIsOn = 1) and(Temp < 18) then
       Writeln('Please turn off air-conditioner')
    else
       if(ACIsOn = 0) and(Temp < 18) then
         Writeln('Do nothing, it is still cold')
       else
         if(ACIsOn = 0) and(Temp > 22) then
           Writeln('Please turn on air-conditioner')
         else
           Writeln('Please enter a valid values');
  Write('Press enter key to close');
  Readln;
end. 


In the above example, we have used the new keyword (and) which means if the first condition returns
True (ACIsOn = 1), and the second condition returns True (Temp > 22), then execute the Writeln
statement. If one condition or both of them return False, then it will go to the else part.

Pada contoh di atas, kita menggunakan katakunci baru and yang mana ini berarti:
jika kondisi pertama menghasilkan nilai True (ACIsOn = 1), dan kondisi kedua juga menghasilkan nilai  True (Temp > 22), maka statemen Writeln akan dijalankan. Jika salah satu atau kedua kondisi menghasilkan nilai False, maka bagian kode lain yang sesuai kondisi akan  dijalankan.

Program Weight (berat badan)
Pada contoh kali ini, kita meminta pengguna untuk memasukkan tinggi badannya dalam satuan meter, dan berat badan dalam satuan kilogram. Program akan menghitung berat badan ideal berdasarkan yang dimasukkan, kemudian menampilkan hasilnya.
program Weight;
{$mode objfpc}{$H+}
uses
  {$IFDEF UNIX}{$IFDEF UseCThreads}
  cthreads,
  {$ENDIF}{$ENDIF}
  Classes, SysUtils
{ you can add units after this };
var
  Height: Double;
  Weight: Double;
  IdealWeight: Double;
begin
  Write('What is your height in meters (e.g. 1.8 meter) : ');
  Readln(Height);
  
  Write('What is your weight in kilos : ');
  Readln(Weight);

  if Height >= 1.4 then
    IdealWeight:= (Height - 1) * 100
  else
    IdealWeight:= Height * 20;

  if(Height < 0.4) or(Height > 2.5) or(Weight < 3) or 
     (Weight > 200) then begin
    Writeln('Invalid values');
    Writeln('Please enter proper values');
  end else
    if  IdealWeight = Weight then
      Writeln('Your weight is suitable')
    else
      if IdealWeight > Weight then
        Writeln('You are under weight, you need more ', 
          Format('%.2f', [IdealWeight - Weight]), ' Kilos')
      else
        Writeln('You are over weight, you need to lose ',
          Format('%.2f', [Weight - IdealWeight]), ' Kilos');

  Write('Press enter key to close'); 
  Readln;
end


Pada contoh ini, kita menggunakan kata kunci baru:
  1. Double, tipe data ini mirip Single. Keduanya adalah tipe data untuk angka pecahan, tapi Double memiliki presisi pecahan lebih tinggi, membutuhkan 8 byte memori, dimana Single hanya 4 byte.
  2. Kata lainnya adalah kata kunci Or dimana kita menggunakannya untuk memeriksa apakah salah satu dari dua kondisi terpenuhi apa tidak. Jika salah satu  dari dua kondisi terpenuhi, maka baris perintah berikutnya akan jalankan. Sebagai contoh, jika kondisi pertama menghasilkan nilai True (Height<0.4), maka statemen Writeln('Invalid values') akan dijalankan. Jika kondisi pertama menghasilkan nilai False, maka kondisi kedua akan diperiksa, dan demikian seterusnya. Jika seluruh kondisi bernilai False (tidak terpenuhi), maka baris kode yang lain akan dieksekusi. 
  3. Kita menggunakan kata kunci begin   end  dalam  if karena pernyataan if hanya mengeksekusi satu baris kode. Begin   end   membuat adanya blok baris kode sebagai satu kesatuan yang harus dieksekusi seluruhnya jika kondisi if terpenuhi. Mari kita amati kedua statemen berikut ini: 
Writeln('Invalid values');
Writeln('Please enter proper values');
yang kemudian dikonversikan menjadi satu statemen menggunakan begin dan end.
if(Height < 0.4) or(Height > 2.5) or(Weight < 3) or
   (Weight > 200) then 
begin
  Writeln('Invalid values');
  Writeln('Please enter proper values');
end



Kamis

SQLite Admin support bahasa indonesia





Download
Catatan: Untuk mendownload, Anda harus sudah log in/masuk di  Facebook. Jika tidak, akan menampilkan "halaman tidak ditemukan".

Rabu

Aplikasi Untuk Bengkel dengan Lazarus

Yaps, aplikasi ini dibuat dengan lazarus dengan database SQLite3. Semua menggunakan komponen standar bawaan Lazarus.


Catatan: Untuk mendownload, Anda harus sudah log in/masuk di  Facebook. Jika tidak, akan menampilkan "halaman tidak ditemukan".
Download Source Code


Senin

Menggunakan TSQLite3Connection dan TSQLQuery pada Lazarus

Hal yang pertama yang harus dipersiapka sebagai programmer delphi ketika mencoba beralih ke Lazarus adalah: Kesabaran. Mindset Delphi tidak akan pernah lepas dari memori kita, kini kita mencoba menggunakan produk yang mesti akan selalu diperbandingkan delphi.

Dari merasakan banyak kemudahan, kita mungkin (karena minset Delphi) melihat banyak kekurangan pada Lazarus. Dari komponen, properti, tampilan dan sebagainya.

Salah satunya, kita akan mudah menginsert database dengan menggunakan komponen database default delphi, dengan function Execute, ExecSQL  pada TAdoQuery, dbexpress, atau lainnya. Namun TSQLQuery tidak semudah itu. Selain menkoneksikan pada komponen koneksi, dalam contoh ini TSQLite3Connection, Anda harus TSQLTransaction.

Dan setelah memanggil fungsi ExecSQL pada TSQLQuery, Anda juga harus memanggil fungsi Commit agar perubahan tersimpan pada database. Selengkapnya, berikut ini isi dari properti-properti komponen database saya:

object SQLite3Connection1: TSQLite3Connection
  Connected = False
  LoginPrompt = False
  DatabaseName = 'D:\Projects\bengkel\db\bengkel.db'
  KeepConnection = False
  Transaction = SQLTransaction1
end

object SQLTransaction1: TSQLTransaction
  Active = False 
  Database = SQLite3Connection1
end

object SQLQuery1: TSQLQuery
  Database = SQLite3Connection1
  Transaction = SQLTransaction1
end

Dan contoh source code insert data pada database:
SQLQuery1.SQL.Text:= 'INSERT INTO m_users(login, passwd) VALUES(:login, :passwd)';
SQLQuery1.params[0].Value:= 'nama login';
SQLQuery1.params[1].Value:= 'rahasia';
SQLQuery1.ExecSQL;
SQLTransaction1.Commit;





Rabu

Video membuat aplikasi IOS dengan Lazarus

Dalam Video ini, ditunjukkan membuat aplikasi IOS dengan Lazarus. Sayangnya komputer yang digunakan adalah Macintosh.